Urai masalah, Prioritas dan Procrastination

Hai, Assalamualaikum pembaca.

Masih mensyukuri hidup ini kan yak? tetap harus disyukuri, dan tetep inget yang namanya malas dan penundaan itu tidak pernah ada benefitnya sama sekali, camkan itu.

Pernah ngga ngerasa ruwet gitu? serasa semua itu kaya earset yang disimpan di saku celana, butuh penguraian unutk bisa menggunakannya. Nah, begitu juga dengan pikiran kita, ketika kamu merasa hal itu ruwet, maka coba lah untuk bisa mengurai permasalahan itu dahulu, karena kamu ngga bisa menggunakan akal sehatmu ketika akalmu berserakan dengan uraian masalah yang ruwet. Coba untuk mengurainya, dipisahkan perbagian atau perkategori yang dirasa sesuai, lalu coba lihat secara gambaran besarnya. Ketika sudah merasa tertata, nah itu saatnya kamu untuk mencoba untuk menuliskan apa yang menjadi prioritas kamu sekarang ini, setelah itu mulailah untuk eksekusi prioritas. Semangat!

Ngomong ngomong soal prioritas, gak ada orang yang sebenernya beneran sibuk, sebenernya mereka itu cuman sok sibuk. Tinggal bagaimana kamu mau menentukan apa yang mau kamu lakukan, kalau memang bukan tujuan kamu, yaudah jangan dilakukan, kalau memang jadi tujuan kamu, do it! Semisal nih, kamu harus tahu juga mana yang rigid, mana juga yang fleksible, jadi kamu bisa menaruh agenda di tempat yang tepat. Jangan sungkan sungkan untuk melakukan negosiasi untuk mendapatkan prioritas dan susunan yang tepat. Dan yang pasti, tetap ingat kalau semua itu ada yang namanya adab, jangan memaksakan apabila itu sudah mulai merugikan salah satu pihak, dan be wise man, dan cari solusi terbaik untuk mendapatkan win-win solution.

Terus aku jadi keinget nih, ketika aku ngomong sama temenku, yang kata dia, Just Do it!, tapi dalam benakku timbul tanya, apa yang harus saya lakukan? dan saat itu saya sadar bahwa saya sedang tidak melakukan komputasi pada otakku, sehingga saya bilang begitu, coba saja saya berusaha “sedikit”, pasti mau untuk berfikir dan mendapatkan apa yang harus aku lakukan dan melakukannya pada saat itu juga. Actually aku yakin kalau semua orang mau berfikir, pasti setiap orang akan menemukan jalan mereka, terkadang mereka hanya berangan angan, bukan merencana. Jadi keinget di bukunya pak Renald Kasali, bahwa 95% orang lebih pilih mati daripada harus berfikir, 3% lainnya berfikir kalau dia berfikir, dan 2% sisanya adalah mereka yang benar benar berfikir. Maka kenyataannya adalah potensi yang tidak teroptimasi dengan baik. Saya sendiri pun juga merasakan beratnya menghadapi rasa tidak ingin melakukan apa apa atau yang biasa disebut malas itu, tapi sebenarnya kamu hanya butuh arti dalam melakukan semua hal tersebut. Dan tidak semua orang memiliki arti yang sama dan senilai, jadi biarkan kalian untuk menentukan nilai tersebut. Dan biasanya hal tersebut disebut dengan yang namanya masa pencarian.

Gitu aja sih apa yang pengin aku tuliskan, sebenernya saya ini sedang mencurahkan apa yang saya pikir daripada mengganggu pekerjaan saya yang harus segera diselesaikan, maka dituliskan akan lebih baik, dan pada masa kedepan akan bisa menjadi data bagi perngembangan dan optimasi pola pikir dan evaluasi.

Bye

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *