Terkesan, Capaian Terburuk, Rekor Terbaik

Semester ini memang paling mengesankan, disini untuk pertama kalinya saya multitasking dalam banyak hal dan banyak lini, dari yang sebelumnya hanya satu lini, sekarang mungkin 3x lebih besar dari yang paling besar sebelumnya. Dari semangat, optimis, terjatuh, dan tak bisa bangun lagi, hilang segala tujuan dan semangat, berhenti sejenak dari kehidupan dan memulai dengan penuh kesadaran. Mungkin dari awal hanya bermulai dari nafsu dunia tanpa output yang pasti, sudah ada tapi samar samar dan sadar ketika sudah tersesat.

Belajar mengenai think and do, dan merasakan kehidupan. Merasakan bagaimana memanajemen orang, waktu dan perasaan. Meyadari bahwa dia sudah ada yang punya, kalaupun jodoh pasti bertemu dikemudian hari. Bahwa kesuksesan itu datang dari diri, lingkungan dan bagaimana kamu mengelola respon dari lingkungan itu sendiri. Menjadi orang yang suka sendiri, tapi butuh akan sosialisasi, mulai mengenal pribadi diri, dari rasa, bagaimana dan seharusnya.

Sadar akan kata kata yang dulu pernah aku dengar “imunitas atau steril” mungkin kamu steril dalam artian kamu bebas akan dari segala hal buruk, tapi tanpa imunitas, maka lama lama ketika kamu berada di lingkungan yang tidak baik, maka kamu akan terdampak, dan lebih baik mencari lingkungan yang baik. Akan tetapi segala pengetahuan, ilmu dan pengalaman tidak hanya didapat di lingkungan yang baik saja, ketika kamu ingin mengubah dunia menjadi lebih baik, maka kamu harus mampu membuat imun diri berupa filter yang menjaga kamu tetap baik walau di lingkungan yang tidak baik untuk mengetahui kebutuhan mereka, dan dengan bagitu maka akan bisa mengenal dan mengetahui metode merubah lingkungan yang kurang baik tadi menjadi baik. Buruk bukan berarti gagal, semua yang bisa diperbaiki segera diperbaiki, dan segala hal buruk yang sudah terjadi sesali beberapa saat saja, lalu ingat dan jangan sampai terulang kembali. Ingat ingat apa tujuan dan fokus kamu, lalu jepret dan kamu mendapatkan hasilnya.

Bisa dikatakan semester ini semester dengan pencapaian terburuk dalam hidupku, tapi banyak sekali benar benar banyak yang saya dapatkan dari semester ini. Jadi saya malah bersyukur bisa merasakan hal seperti ini dan bersyukurnya lagi semua ini masih bisa saya benahi. Merasa langsung dan terkena dampak dan tersadarkan lebih sakit dan lebih bisa banyak belajar daripada hidup terasa nyaman nyaman saja dan terbawa indahnya dunia, terlupa akan fokus dan tujuan, tidak merasa butuh belajar.

Bisa disimpulkan, sebenarnya capaian nya tidak buruk buruk banget akan tetapi prosentasenya yang berbeda, kalau yang biasanya 2/2 atau 2/3, kalau yang sekarang 5/14, yap, capaian semakin tinggi dengan target yang tinggi, tapi prosentase rendah.\n\nSemoga kalian dapat belajar dari tulisan ini.

Sekian, terimakasih.

Assalamualaikum.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *