Rantauer, ingatlah orang tua kalian menunggu di rumah!

Titutut. titutut.

Malam ketika aku ngerjain tugas tiba tiba hapeku bunyi, dan itu mama.

Mama sama bapak mau njagong ke malang, kamu ikut ngga lee?

Yoo, kapan lagi bisa bersama orang tua di semester yang krisis tanggal merah ini? hha dengan perhitungan bahwa tugas tidak terganggu langsung saja aku iyai ajakan orang tua ku.

ada cerita lain, budheku yang juga njagong ke malangpun juga “sekalian” pengen ketemu putranya yang juga saudaraku, yang memang disibukkan oleh perkuliahan dan kegiatan seabrek, dan nasibnya sama dengan ku, dengan krisisnya tanggal merah tak bisa sering atau bahkan tak pulang kampung dalam satu semester ini.

besar harapan tiap orang tua untuk melihat kondisi, bertemu, bercengkrama dengan anak anaknya. akan tetapi mereka merelakan waktu itu karena mereka tahu bahwa di perantauan, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih potensial, lebih siap untuk menghadapi kehidupan yang belum diketahui anak anak muda yang masih kuliah ini.

tak jarang juga rantauer merindukan orangtua di rumah, tapi, merekapun disini dengan tujuan yang setidaknya sama dengan harapan tiap orang tua mereka, dan ketika mereka berhasil meraih itu, kebanggaan adalah milik orang tua mereka.

Ketika bisa pulang kampung pun menjadi moment yang spesial bagi rantauer, ngopi bersama bapak, menonton tivi bersama mama, ngobrol bareng di satu meja bercerita apapun dengan anggota keluarga yang utuh sangat benar benar menyenangkan, berkesan dan jadi moment yang sangat dirindukan.

Jadi rantuer, jangan sampai moment moment tersebut hilang, karena situasi dan kondisi tersebut tercipta, bukan ada dengan sendirinya. Jadikan orang tua kalian bangga, bahagia dan usaha untuk menghidupi diri kalian di perantauan tidaklah sia sia.

Selamat pagi dan selamat bersiap menghadapi hari ini dan hari selanjutnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *