Passion, What?

Halo, selamat sore,

lagi lagi, hari ini aku memikirkan kerumitan dalam hidup (baca:galau). Yap, seperti di judul, mulai dari SMA, aku sudah kepikiran sama yang namanya passion, kata orang sih harus mengikuti passion, kata orang sih passion gak pernah salah, tapi, apa sih itu passion? jujur, aku sebenarnya ingin untuk bisa mempercayai hal itu, tapi sampai sekarang, karena masih mencari apa sebenarnya passion aku, sehingga saat ini masih menggunakan keyakinan bahwa sebuah kerja keras dalam hal apapun pasti menghasilkan, setiap orang yang ahli dalam bidang tertentu pasti dicari. Kalau dipahami, apa yang aku yakini masih dalam faktor eksternal, dimana ketika aku sudah ahli, orang lain pasti butuh aku, entah itu aku suka dengan keahlianku ataupun tidak, maka dari itu aku saat ini masih mencari passion yang mana adalah sebuah kegemaran, katanya sih beda dengan hobi, dan ketika bekerja pada passion kita, maka secara otomatis kita melakukan pekerjaan yang kita sukai, dan otomatis jika kita suka, maka akan rajin dan pada akhirnya akan menjadi ahli.

Kondisi kekinian diriku saat ini sih sedang suka sama dengan hal hal yang berkaitan dengan desain, dan ekspektasiku ketika masuk kuliah teknik informatika adalah bisa sering sering mainan corel, bisa belajar flash, bisa ngebuat animasi, :v sumpah koplak ya aku ini. Satu hal yang masih dalam cakupan kuliahku ini sih bisa membuat game, tapi masih dalam kendala coding, sudah 2 tahun kuliah, masih kagok dalam coding, menyedihkan ya 🙁 dan entah, kalupun ini passionku, jujur aku masih suka dengan teknik informatika, tapi masih ada penghalang, yakni coding. Entah sudah berapa kali aku menangisi kebodohanku dalam hal coding. Tapi, tapi ketika coding ku berhasil, aku sangat senang, dan ingin membuat coding coding lainnya. Jadi apakah itu passion?

Passion, untunglah ketika kuliah ini banyak kegiatan diluar perkuliahan, jadi masih bisa lah mencari kesenangan, tapi semakin sedih ketika aku ingat dengan akademisku, dengan kondisi yang jauh dari kata menguasai.

Ah, jadi keinget kuliah, jadi keinget akademis. Kalau pas SMA dulu sih, belajar seadanya bisa mendapat nilai bagus, dan gak dipertanggungjawabkan, atau tidak merasa bertanggung jawab? tapi sekarang ketika mahasiswa, untuk mendapat nilai bagus saja mudah, mudah banget, tapi kalau mau nyari ilmu, beh, apalagi anak perantauan, godaannya banyak banget. dan ketika sudah menjadi mahasiswa, pertanggungjawaban atas pembelajaranmu dipertanyakan, karena disitu sudah dekat dengan gerbang dunia nyata, gerbang dimana kamu harus tahu bagaiman kehidupan itu sebenarnya. Noh kan aku jadi kepikiran bagaimana nasibku besuk, tapi mau belajar susah, seakan ada shield yang menjaga diri ini dari materi materi kuliah yang aku masukkan kedalam diri ini.

Ah udah ah, pengen mikir lagi yang lain, pengen ngerencanain bagaimana menghadapi hidup kelak.

Selamat sore

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *