Komitmen, Konsistensi, Kepedulian

Asalamualaikum

Selamat malam pembaca,

Hadir lagi setelah entah berapa minggu absen mengisi blog ini karena memang praktikum dan tanggung jawab banyak yang harus dituntaskan.

Malam malam gini dapat sms dari mbak mbak ketua sebuah acara sosial masyarakat dimana terlihat dari tulisannya dia sudah lelah. Begitu pula dengan komponen komponen utama dari acara tersebut seperti koor, dan sebagainya. Bayangkan mereka yang sudah merelakan banyak waktunya dalam 2 bulan terakhir ini untuk acara tersebut tanpa bayaran materi sedikitpun disamping harus melaksanakan tugas mereka sebagai mahasiswa. Para volunteer pun tak sedikit yang menghilang entah kemana.

Itu hanyalah sebuah case untuk kata kata komitmen, konsistensi, dan kepedulian. Dimana selama seseorang dengan komitmen yang dia bawa dari awal, untuk bisa bertahan harus tetap dipertahankan sampai akhir. Dengan adanya komitmen, disana akan ada sebuah rasa dimana ketika semangat tak seperti awal mula berasa seperti berdosa karena melanggar komitmen yang sudah dibuat sendiri. Maka konsistensi akan terbentuk karena dorongan komitmen yang dibuat tadi.

Lalu bagaimana dengan kepedulian? Kalau saja bekerja sendiri, itu saja sudah cukup, tanpa ada ikatan kepada orang lain, akan tetapi bagaimana apabila bekerja dalam tim? hha kepedulian adalah sebuah kunci dimana kalian akan mempunyai sebuah rasa saling memiliki, rasa belas kasih akan ada dalam diri kalian. Masa kalian membiarkan seseorang berjuang sendiri untuk sesuatu yang kalian mempunyai entah beberapa persen tanggung jawab didalamnya? bukankah itu adalah semacam memungkiri hal yang sudah diucapkan. ah kok semakin mendalam sih, wkwk sudahlah, yang pasti itu, yang aku yakini sampai saat ini kalau memang sesuatu itu adalah bagian dari tanggung jawab itu harus dan harus dilaksanakan. selain itu kondisional, bila memang mendukung untuk membantu hal yang memang bukan tanggung jawab kita, laksanakan karena itu baik.

Uh, mau bahas apa lagi ya, kok mentok, hha gara gara diajak bahas rencana tahun ke3 kuliah sih, wkwk

Jadi bocoran sedikit, tahun 3 dan 4 ini aku sudah bermimpi setinggi tinggi nya, karena setelah aku baca power of dream itu sangatlah kuat, tapi tetap tanpa usaha dan doa itu cuman mimpi, tapi mimpi itu menjadi landasanku untuk membuat plan kedepan mau seperti apa, jadi idealis itu penting, wkwk, 😀

Sekian dulu yak, semoga bisa update blog secara berkala, walau belum bisa membuat komitmen untuk blog ini, tapi setidaknya bisa jadi penyalur apa yang ingin aku sampaikan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *