Ketahui dimana tempatmu berada

Assalamualaikum,

Akhirnya saya menulis lagi di waktu yang sebenarnya tidak luang ini, dimana ada hasrat untuk menghidupkan kembali blog ini walau sampai sekarang tidak banyak yang membaca blog saya. Minggu ini benar benar sangat padat, dimana semua matakuliah memberi tanggungan tugas dimana harus diselesaikan pada satu minggu yang bersamaan. Pembelajaran hidup selalu menemani hari hari ini.

Yah, begitulah seorang mahasiswa tahun ke 3,

Pada dasarnya memang sudah semestinya begitu. Ya seharusnya begitu, kalau kamu mengambil 24 sks dengan 8 matakuliah, kamu harus siap menerima konsekuensi bahwa ada kemungkinan kalau ada 8 tugas yang harus dikumpulkan pada satu minggu yang sama, kamu harus siap, iya kamu. Apalagi kamu ambil proyekan, sebuah tanggung jawab yang berhubungan dengan dunia luar, dengan client, dan dituntut prefesional, maka tidak ada kata mengelak untuk menghadapi itu, karena pada awalnya kamu sudah menyetujui untuk mengambil kesempatan itu, maka kamu pun juga harus mempertanggung jawabkan hal tersebut.

Ketika memang sudah banyak sekali agenda dan kegiatan, dan masih terlena akan hal hal yang menggoda untuk dilakukan seperti facebook-an, youtube-an, nge game ataupun maen kartu sampai berjam jam, jangan pernah salahkan mereka, karena mereka berada pada tempat yang benar, mereka tidak bersalah, hanya saja kamu yang (mungkin) salah menempatkan mereka pada hari harimu.

Seperti halnya kalau dianalogikan, kalau ada orang yang merokok pada smoking area dan kamu tidak suka, maka jangan pernah salahkan mereka hanya karena kamu tidak merokok disana, trus koar koar “aku lho ngga ngerokok, kenapa kamu ngerokok, toleran lah” please mas, mba, ini smoking area, tempat buat ngerokok, gitu. tapi tidak juga menyalahkan diri sendiri karena kenapa harus berada pada smoking area, hal yang harus dilakukan cuma harus keluar dari area tersebut. Simple, dan ngga merokok lah ditempat yang disediakan, tempat yang bukan smoking area.

Sebetulnya ini semua kalau menurut aku adalah kesalahan berfikir yang dikarenakan tidak pahamnya akan kondisi dan tempat. Kalau seumpama setiap orang paham mengenai bagaimana harusnya bersikap pada suatu tempat, tidak akan ada orang “nyasar” di smoking area, tidak pula ada orang yang mengeluh kalau semua matakuliah yang diambil ada tugas, yang perlu dilakukan hanya keluar dari area itu, kerjakan semua tugas dan kamu tidak akan “terganggu” akan hal itu.

Intinya selalu berkaca dan analisa setiap kemungkinan. Semoga tulisan ini bisa menjadi pembelajaran bersama dan tidak menyesatkan karena kata kata yang dituliskan, penulis akan tetap selalu meningkatkan kualitas dari menulis.

Sekian, Wasalamualaikum.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *