Kenapa Aku Disini?

Hallo, Assalamualaikum para pembaca,

Udah lama ga update blog lagi nih, habis pulang kampung ke Karanganyar tercinta, di rumah bawaannya enak terus soalnya, wkwk jadi mau ngapain juga males, mending ngumpul ngobrol sama keluarga, atau ngga maenan sama ponakan.

Nah aku yakin setiap problem pasti ada solusi, seperti kemalasanku di rumah itu, karena dirasa ngga produktif, aku balik ke tanah rantauan, yap Surabaya. Soalnya memang banyak kerjaan yang memang harus diselesaikan.

Tapi rasa pertama yang aku rasa disini bukanlah semangat untuk produktif, tapi seperti kenangan 2 tahun lalu yang muncul kembali, Kenapa aku disini? Mengapa? Kalau mau dijawab sih gampang, aku disini kuliah, tapi bukan itu jawaban yang diinginkan, aku seperti menyayangkan diriku, penyesalan 2 tahun lalu masih terpendam, kenapa aku tidak diterima di Institut di belahan Barat jawa itu? Kenapa aku diterimanya di bagian timur jawa? Sebenarnya, gapaham juga sih kenapa rasa ingin itu masih ada sampai saat ini. Biar lebih jelas sih, aku kepengen nulis dari awal bagaimana aku bisa sampai sini.

Perjalanan ini dimulai dari waktu aku kelas 3 SMP, dimana kakakku, dia diterima di ITB, aku sih waktu itu kurang ngeh sama perguruan tinggi di Indonesia, ya karena waktu itu karena cuman ngga pengen masuk sekolah yang sama dengan kakakku, karena? Ya karena kakakku termasuk orang yang pandai waktu sekolah, dan aku? Ahaha, ngga ada apa apanya, dan guru guru banyak yang tau juga, mase pinter kok yo? Adike yo pinter no? lagi lagi, aku mah cuman bisa ketawa dan ngeiyani, serta mengamini dalam hati. Nah terus aku memang pengennya masuk ke institute teknik, dan waktu itu aku cuman searching berdasar bagusnya aja, dan yang keluar ITB, ITS sama IPB, ya tau sendiri IPB fokus ke pertanian, dan hanya ada satu pilihan sisa, yakni ITS, jadi pernah ditanya orangtua (kondisi pas masih SMP kelas 3) mau lanjut kemana, aku njawab ITS, gitu, wkwk

Lanjut aku masuk SMA, sebenarnya aku udah niatan untuk daftar ke SMA solo, cuman ga dapat restu sama orang tua gara gara kejauhen, terus mau daftar SMK, ga jadi soalnya takut susah ngelanjutin ke kuliahnya, jadi mau gimana lagi masuk ke sekolah yang mana sama sekoalah kakakku dulu, ahaha, sama lagi kisahnya.

Masuk ke kelas 2 SMA, kalau ngga salah sih guru bahasa Indonesia, pengen setiap siswanya itu untuk mengatakan cita citanya satu persatu, entah kenapa aku waktu itu mengatakan pengen jadi ahli informatika, hha, mungkin gara gara pas roy suryo terkenal, dan memang aku suka sama hal yang berbau computer sih, jadi ya itu pilihan yang memiliki alas an paling kuat.

Masuk ke kelas 3 SMA, waktunya memilih, masuk ke bidang mana kuliah nanti, awalnya pengen teknik lingkungan, tapi, biologi ku ancur, (pemikiran anak SMA dulu waktu milih kuliah gitu kan, hha) terus masa depan paling terlihat sih masuk FTTM ITB, mengikuti jejak kakakku, ahaha kenapa ngikut? Soalnya aku mulai percaya diri, kalau aku pasti bisa, kalau udah masuk, tinggal belajar rajin, ikut ini itu, aktif, pasti bisa menuai prestasi dan bermanfaat, karena memang sudah tersadarkan kalau setiap personal pasti memiliki jalan suksesnya sendiri sendiri, dan rejeki itu sudah ada jatahnya dan tak akan tertukar.

Lalu, waktu jalur undangan atau SNMPTN, aku milih ITB sama UNDIP, dan sebenarnya gak benar benar berharap sih kalau melihat persaingan, soalnya torehan 3 tahun ku waktu SMA ga begitu bagus, jadi ya benar, hasil mengatakan aku gak lulus SNMPTN, lalu aku mendaftar ke STT PLN, yak karena belum dapat tiket masuk perguruan tinggi, aku nyari pendaftaran apapun itu yang memungkinkan aku untuk setidaknya diterima, dan akupun diterima, di teknik informatika. Wkwk aku lupa kenapa aku milih teknik informatika, kalau ngga salah karena bapakku mengatakan kalau aku memang pas nya di bidang computer, padahal cuman bisa maintenance computer rumah tok, hehe.

Lalu seiring berjalan waktu ada pendaftaran UPN, itupun rekomendasi kakakku, dan akhirnya daftar, dan ambil teknik perminyakan dan teknik pertambangan. Aku memang udah sreg banget karena ngebayangin gimana gaji kerjaan sarjana teknik perminyakan. Dan itu tesnya cuman TPA sama interview tok. Dan aku lolos! Yeah, waktu itu aku ayem, dan akhirnya STT PLN ditinggalkan. Akhirnya daftar ulang, aku sebenarnya juga agak surprise, karena pas daftar ulang banyak yang bilang kalau udah beberapa kali daftar belum keterima, dan ada yang masukin uang sumbangannya sampai ratusan juta, dan aku hanya sekali dan mengisi nominal paling kecil.

Lalu (lagi), SBMPTN pun dibuka, aku masih memiliki hasrat untuk mendapatkan ITB, ya selain biaya kuliah yang lebih murah, (FYI waktu itu per semester di UPN sekitar 5 atau 7jutaan) juga kualitas yang lebih bagus tentunya. Dan aku mengisi form SBMPTN, pilihan pertama FTTM ITB, sebenarnya pengen input satu tok, tapi eman, setelah diskusi sama kelauarga, akhirnya pilihan kedua Teknik Geologi UGM, terus yang ketiga terserah aku, ya karena ITB bagian barat udah, UGM bagian tengah udah, ya aku nyari bagian timur, dan nyari yang passing gradenya paling tinggi, dan ketemulah Teknik Informatika ITS, yaudah aku isi form tersebut, toh keyakinan ku waktu aku ngisi itu kalau pilihan pertama ngga masuk paling pilihan bawahnya juga ngga keterima juga, wkwk.

Dan pada akhirnya, aku diterima di pilihan ke 3, yap, di ITS dan terjadi kegalauan pilih UPN atau ITS, dan atas banyak pertimbangan dan diskusi, akhirnya milih ITS (mau tak ceritain tapi udah dapat pesan dari temen nanyain kerjaanku) wkwk, yaudah tak ngerjain kerjaanku dulu, hha

Gitu sebenernya gimana bagaimana aku bisa disini, sekian doakan saya dan kalian tidak malas lagi ya,

Wasalamualaikum, 🙂

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *