Entahlah, kesempatan itu datang kembali

Assalamualaikum,

Selamat pagi pembaca

Entahlah, pagi ini aku merasa gundah, yang pasti karena seorang gadis yang 4 tahun lalu membuat hatiku merasa suka, *beh kurang tahu juga dengan perasaan ku, apakah gagal move on, ataukah menjaga harapan. Aku juga kurang tahu kenapa aku suka dengan dia, setiap berpapasan, atau melihat saja dia, dunia ini serasa damai, ayem, tentrem. Kata afgan sih wajahmu mengalihkan duniaku, tapi sebenarnya gak wajah saja sih, perilaku, sikapmu juga mengalihkan duniaku.

Sebenarnya saat ini aku belum lagi memikirkan jodoh sih, lebih ke perbaikan diri, mencakapkan diri karena pada nantinya aku pun inshaAllah akan jadi imam bagi keluargaku, jadi ya aku menyibukkan diri dengan pengembangan diri dengan mengikuti banyak kegiatan yang mengandung unsur sosial, keprofesian maupun yang lain. karena aku tidak ingin mengecewakan calon pendampingku nantinya, selain mempertanggung jawabkan posisi saya sebagai seorang anak yang seharusnya bisa membuat bangga orangtua.

Lalu seakan akan kesempatan itu kembali datang, dia putus dengan pacarnya, dan harapan yang terjaga tadi atau kegagalan move on yang masih tersimpan kembali muncul.

Puh, aku kalau soal beginian gak ngeh juga sih sebenarnya, ngga pengalaman soalnya, udah berpengalaman 19 tahun single, jadi yang masalah seperti itu aku kurang paham.

Sepertinya memang harus fokus, dan apabila memang aku fokus akan tujuanku memperbaiki diri, pada waktu, pada event dan kesempatan yang memang sudah direncanakan, Allah akan mempertemukan yang lebih aku butuhkan daripada yang aku inginkan. Karena memang hidup itu karena Allah, dan hidup untuk Allah bukan? kenapa harus dipaksakan ego kemanusiaannya? semoga saya bisa menjalaninya.

Selamat hari jumat, sampai jumpa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *