Akademisi, kalian punya tanggung jawab!

Halo selamat malam pembaca,

Malam malam, dengan banyak tugas menumpuk, sudah menjadi kebiasaan mahasiswa tingkat 2 menuju tingkat tiga, dimana bahasan kuliah sudah mulai mendalam, menjauhi dasar dasar yang aku ketahui dulu,

puh.

Lalu aku kembali berpikir, untuk apa aku mengerjakan tugas? untuk apa aku memperjuangkan semua ini? kalau mau hidup, seorang kuli saja tanpa sebuah pendidikan tanpa berpikir pun bisa hidup. apa kah hidup ini hanya untuk sekolah, lulus, kerja, nikah, punya rumah, punya anak, tua, lalu mati? makna apa yang didapat? sadarkah itu? maka dari itu, tujuan tujuan seperti itu aku anggap sudah terlalu mainstream, tidak menantang, dan bahkan tidak menimbulkan gairah hidup, toh kalau tujuan udah dicapai, maka usai sudah semua perjuangan. sepi kembali melanda dan harus memulai yang lain lagi.

pendidikan tanpa berpikir pun bisa hidup. apa kah hidup ini hanya untuk sekolah, lulus, kerja, nikah, punya rumah, punya anak, tua, lalu mati? makna apa yang didapat? sadarkah itu? maka dari itu, tujuan tujuan seperti itu aku anggap sudah terlalu mainstream, tidak menantang, dan bahkan tidak menimbulkan gairah hidup, toh kalau tujuan udah dicapai, maka usai sudah semua perjuangan. sepi kembali melanda dan harus memulai yang lain lagi.

“select all, add to playlist”

Lalu lagu Superman is Dead dengan judul Kita Luka Hari ini, Mereka Luka Selamanya. Dari melihat judul yang muncul di layar komputer, aku tertegun. Mereka yang ingin disini, mereka yang lebih niat dari aku diposisiku sekarang ini, mereka yang harus merelakan tempatnya karena aku pakai. mereka sekarang entah dimana dan dengan cara apa bertahan hidup, bagaimana mereka membiayai pendidikan bagi yang tidak mendapat beasiswa.

hmmm,

Jadi teringat ketika aku membeli hape yang semoga itu menjadi hape paling awet yang aku gunakan, #abaikan lanjut,.. jadi sembari menunggu mas yang punya hape datang, datang seorang bapak bapak penjual tahu campur. dia datang menawariku tahu campur, alhamdulillah waktu itu aku sedang ada uang, dan melihat kondisi tempat jualan dan bapaknya, saya memesan satu porsi, saya makan disitu, sambil bercerita dengan bapaknya. mulai dari pekerjaan bapaknya yang sudah 20 tahun berjualan tahu campur disana, beh, lebih tua dari aku, T.T keluarga bapaknya yang dilamongan yang menggantungkan hidupnya kepada bapak tersebut. serta anaknya yang dulu sangat ingin kuliah, akan tetapi tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak adanya biaya, sehingga lebih memutuskan untuk bekerja. dari cerita bapaknya, dia sebenarnya ingin untuk anak nya kuliah, belajar, tapi karena terkendala biaya untuk kuliah, dan bapaknya tidak tahu bagaimana sistem beasiswa waktu itu anaknya lulusan tahun 2012 sehingga lebih menyarankan untuk kerja pada saat waktu itu. dan bapaknya juga ingin tahu mengenai kuliahku, dimana aku kos, bagaimana aku hidup, bagaimana kuliah, dan harapan harapan selepas kuliah. disitu saya merasa muncul kembali niatan niatan untuk kuliah dengan tujuan yang pasti. tapi sedihnya saya disana, saya tidak bisa memberi solusi kepada bapak bapak tersebut, jujur, dengan kondisi bapaknya, untuk bekerja dengan tenaga yang sudah tidak penuh lagi, dan pengetahuan yang tidak terlalu luas, aku merasa menjadi mahasiswa gagal. tapi kegagalan bukan berarti sebuah akhir dari hidup, dari sana saya belajar untuk mencari solusi bagi masyarakat yang ternyata harapan untuk hidup “layak” kecil, masih sangat banyak.

Itu hanya sebatas satu case yang sudah aku temukan, dan aku yakin, apa yang aku temui belum sampai 1% dari sebuah kehidupan diluar sana. dengan kondisi yang memang membentuk aku dari kecil memang termasuk keluarga yang beruntung dan kondisi lingkungan desa yang damai dan saling membantu, ketika melihat case tadi, saya bahkan stuck, seperti terpojokkan dan tertohok tidak tahu apa yang harus aku lakukan. bisa dikatakan kalau pas quiz, gak belajar dan menemui suatu kata yang sama sekali gak pernah ditemui.

wah, jadi keinget tugas buat besuk nih, sama quiz lusa, jadi saya belajar dulu ya, kalian pun begitu, karena ketika kalian belajar, kalian meringankan beban satu akademisi lainnya, dan ketika kalian belajar, kalian mengemban tanggung jawab untuk membantu para orang diluar sana untuk bisa bangkit untuk hidup, karena tidak semua orang hidup itu mempunyai kehidupan.

selamat malam,

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *