2017 Retrospective

Assalamualaikum pembaca,

Bagaimana akhir pekanmu? pastikan charge tenagamu untuk kegiatan minggu depan ya!

Disini aku pengen nulis apa sih yang udah aku jalani di tahun ini, dan sebenarnya pengen review juga resolusi tahun ini, tapi ngga ketemu, kayanya ilang, wkwk, yaudah lah ya.

Dimulai dari awal tahun ini, selain kegalauan untuk Tugas Akhir dan kurangnya SKS akan satu makul, kegalauan akan pekerjaan setelah kerjapun juga sangat terasa. Saat itu dapat kesempatan buat magang di startup di kota solo, namanya media pangan indonesia, disana kenal sama mas hamzah sebagai ceo merangkap sebagai developer. Dari sana aku kenal gimana kehidupan seorang yang bekerja di dunia startup. Dunia startup memang butuh banget kecepatan untuk mengejar momentum. Selalu meeting tiap minggu untuk melapor perkembangan dan apa yang akan dikejar didepan. Kedisiplinan adalah sesuatu yang harus. 

Next,

Di awal tahun juga merasakan gimana memperjuangkan sesuatu yang kayaknya gausah disebut aja disini, hha. Ketika itu ada satu hal yang perlu didapatkan, karena itu akan mempengaruhi apa yang akan terjadi selanjutnya. Mengenai harapan, kesempatan dan waktu. Bisa jadi kalau aku ngga memperjuangkan hal tersebut bakal masih menyandang status mahasiswa bulan ini. Dan hasil tak akan mengkhianati usaha, percayalah itu.

Di bulan ketiga,

Adalah waktu yang sangat ricuh, ketika pekerjaan Tugas Akhir menemui jalan buntu, dan aku selalu percaya, keep trying, hasil tak akan mengkhianati usaha, dan setelah 2 bulan tak menghasilkan, Alhamdulillah mendapat solusi setelah konsul dengan dosen, temen, sampai sampai aku email ke pembuat paper acuan Tugas Akhirku, walaupun tidak dibalas, dan tahu apa solusinya? dari masalah dataset, aku ngambil dataset yang salah, setelah aku sesuaikan dataset dengan sumber aslinya akhirnya mendapat hasil yang memuaskan, hha. Gapapa, itu learning point, melatih how to solve the problem, melatih keteguhan dari banyak keraguan, dan banyak banget learning point yang bisa diambil. Dan dari itu aku sadar, kuliah itu ga sekedar mencari ilmu atau mendapat nilai, kita bakal bisa mendapat adding value dari semua itu. Bahkan waktu itu udah mikir rencana gimana seandainya aku nambah satu semester lagi, wkwk.

Lalu ada apa lagi nih?

Di bulan Mei, ada pengalaman yang sangat mengesankan, coba lihat dulu video clipnya bagaimana kutahu nya maliq and d’essensial. Nah kalau udah pernah lihat ya kayak gitu, udah deket sama temen, dan dari dia mungkin berfikir “bagaimana ku tahu, ada arti dibalik tatap matamu bukan sekedar tatap mata biasa” dan akhirnya aku pun memutuskan untuk berfikir “mungkin akhir cerita kita, menjadi teman biasa, yang luar biasa” 🙂 Dan sampai sekarang kami masih menjadi teman baik. Banyak learning point yang bisa didapat, mulai dari do something because we need do that, not because want something from her, jangan memaksakan sesuatu yang tak bisa dipaksakan, dan aku percaya dengan tulisan apabila kita tidak mendapatkan sesuatu, maka sesuatu itu akan didapat diwaktu yang lebih tepat, diganti dengan yang lebih baik atau apabila didapat akan ada hal yang ngga baik dari sesuatu tersebut, maka jangan pernah berfikiran buruk dengan apa yang kita terima atau yang tidak kita terima.

Bulan Juni?

Akhirnya jadwal sidang TA keluar dan sidang TA di bulan Juli, and I can pass that! Yohoo, ini adalah moment paling bahagia ketika kuliah, bahkan masa wisuda ga sebahagia ini, wkwk. dan Agustusnya adalah moment paling sibuk, mempersiapkan Yudisium untuk syarat wisuda dan mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk pasca kuliah nanti. Dan penolakan pertama untuk kerja juga terjadi di bulan ini. Dan keterima kerja pun berada di bulan ini. Dan aku menolak tawaran kerja pun di bulan ini, hha. Di bulan agustus adalah bulan yang aku mikir banget path life, what i want to get and what i can to get. Aku mikir, ketika kerja di vendor, web developer ataupun software house, aku bisa dapat apa, dan untuk bisa kerja di tempat yang adding valuenya besar kayak gojek, tokopedia, bukalapak yang ketika kerja, kerjaan kita bakal digunakan banyak orang itu butuh skill yang lebih, maka akhirnya aku memutuskan untuk join di binar. dan memutuskan menjadi freshgraduate (nama keren pengangguran setelah kuliah) selama 2 bulan. Karena aku berfikir kalau kerja itu ga sekedar kerja, perlu adanya makna untuk bekerja, ga sekedar dapat kerjaan kelar, tapi ada sisi optimasi dan bagaimana cara membuat product yang baik dan berguna bagi banyak orang. Dan aku bersukur di Binar Academy, aku dapat temen dan mentor yang keren keren, teman teman lainnya mungkin “cuman” punya skill yang biasa, tapi semangat untuk belajarnya luar biasa, sebuah environtment yang support banget untuk bisa berkembang.

Di bulan september,

Adalah moment dimana aku bisa lega, tidak ada tanggungan, sudah dilepas oleh perguruan tinggi, dan sudah tidak ada beban finansial terhadap orang tua atau saudara, yang ada adalah kewajiban untuk bekerja, dimana moment pergantian, sudah saatnya aku yang menafkahi. Di bulan ini juga menyelesaikan belajarku di Binar Academy.

Next,

Bulan Oktober – November adalah masa pencarian kerja, sekian banyak lowongan kerja yang aku kirim, sekian banyak test yang kulalui, dan sekian banyak interview yang sudah dilewati, bulan oktober masih tidak menghasilkan, tetap optimis dan tetap belajar adalah solusi untuk belum mendapat pekerjaan. Di akhir bulan Oktober, ada angin segar, dapat undangan untuk test interview di Tokopedia, very antusiasm, dan aku mempersiapkan segalanya, aku bela belain ke Jakarta untuk test interview ini, menunggu seminggu sampai akhirnya mendapat pengumuman, dan, fail, ini sepertinya ini adalah kegagalan ke 11 ku. Semangat menurun itu pasti, dan sorenya setelah mendapat pengumuman, aku dapat telfon untuk interview di sebuah startup fintech di hari selanjutnya, tapi setelah ditunggu di jam interview di google hangout, aku mendapat harapan palsu, tambah kecewa, dan akhirnya aku putuskan untuk balik rumah dulu, untuk beristirahat dari semua yang sudah aku lalui. Sesampainya dirumah, hari setelahnya aku dapat tawaran dari Binar Career Hub untuk sebuah posisi Backend Engineer, di startup juga, dan kenapa tidak? mungkin rezekiku ada disana, dan setelah interview dan cocok dengan visi misi mereka, sorenya langsung ditanya penempatan dan negosiasi gaji dengan hrd. Wohoooo, akhirnya dapat kerjaan. 😀 . Got exited, much, setelah penantian dan usaha yang dilakukan.

Dan dibulan ini,

Aku udah ikut join sprint di proses development product, yap, aku sangat menikmati pekerjaanku sekarang.

Intinya yakinlah, apa yang kamu dapat, pasti selalu ada sisi positive, selalu berusaha dan berdoa, dan jangan lupa tawakal. Ga semua yang kalian lihat dari orang adalah mewakili dirinya, sangat mungkin untuk orang itu memiliki cerita dibalik apa yang mereka dapat. Dan juga kalian, pastikan kalian punya visi dan misi, apapun yang berusaha menurunkan semangat untuk mencapat visi misi, ingat kembali visi misi kalian, karena kalian ga cuman untuk mendapatkan itu, tapi juga seberapa besar value dari visi misi yang ingin kalian dapatkan yang akan menguatkan kalian.

Retrospective itu perlu untuk seberapa paham kalian tentang diri kalian sendiri, layaknya sebuah tim yang menjalankan sprint, untuk memahami bagaimana sprint dalam scrum itu berjalan. – Anggap saja ini kata kata saya – reza, 2017

See you!