Berbagi, sebuah perjalanan sebuah ide

Diposting pada 2016-09-05 23:19:16

Assalamualaikum pembaca,

Semoga pada sehat semua yak. Pagi pagi gini enaknya sebenernya ngopi gitu, tapi jangan banyak banyak yak, jangan sampai ke enakan yang kamu dapat menghilangkan apa yang sebenernya kamu butuhkan, kesehatan, dan apalagi sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik.

ide /idé/ n rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita:

Yap, sebenarnya pada akhir akhir ini saya sedang memperhatikan sesuatu, bagaimana diriku merespon ide, dan memperlakukannya. Ini adalah pengalaman dimana terlihat prosesnya bagiku, pada awalnya ketika mendapat ide, ide itu selalu aku simpan sendiri, tulis di google keep atau gnotes, atau bahkan notepad untuk menuliskan gambaran besarnya. Nah, dengan berjalannya waktu, ide ide itu hanyalah sebuah ide sampai ketika saya tersadar dengan kata kata, “yang hanya punya ide kalah dengan yang punya realisasi” yang mana saya dapatkan pada acara event yang saya lupa namanya apa.

Berawal dari sana saya mulai mengambil ide yang paling berdampak, dan mencoba membuatnya, sendiri. Kenapa sendiri? Ya karena saya terlalu lama sendiri. Bukan, bukan, anggap saja yang tadi serius, saya memilih sendiri karena tidak mau berurusan dengan hal hal yang terdapat dependensi terhadap orang lain, jadi proses realisasi lebih lama. Ada benarnya juga sebenarnya dengan kata kata “jika ingin cepat, pergilah sendiri, jika ingin jauh, pergilah bersama sama”. Kecepatan yang saya dapat tidak berlangsung lama karena ternyata merealisasikan ide tidak seenteng itu, kamu mau tidak mau harus butuh saran orang lain, butuh diskusi dengan orang lain, butuh keilmuan yang tidak saya kuasai, serta banyak hal yang tidak kamu dapati ketika kamu sendirian.

Dan lagi lagi ketika saya ikutan suatu acara (tentunya gratisan), saya tersadarkan akan pentingnya kolaborasi. Mengapa perlunya kolaborasi, dan hal lainnya. Kamu bisa saja menjadi superman, tapi lebih baik kalau kamu bisa menjadi serta membangun sebuah superteam. Mulai dari sana saya mulai melihat dari orang orang yang punya potensi tapi tidak kelihatan. Satu pembelajaran, bahwa seharusnya, apabila dalam tim tidak ada kesamaan visi, tidak ada kesamaan semangat, kamu harus siap untuk mengangkatnya. Atau tim tersebut akan bubar karena tidak tercapainya target.

Karena saya sebagai beginner, dari situ saya mulai coba (dan beruntungnya berkesempatan) untuk bergabung dalam tim dengan status anggota, dimana saya bisa belajar untuk melihat dan memahami bagaimana suatu tim berjalan. Dan saat ini masih berjalan, dengan rencana jangka panjang ketika proses ini sudah selesai, maka akan dilanjutkannya realisasi dari ide yang sebelumnya.

Pada suatu kesempatan juga, saya menemukan satu point penting, ketika ide mu itu menyelesaikan masalah banyak orang, maka share saja ide kamu. Kamu tidak bisa mengutamakan ego kamu ketika kamu menginginkan perubahan pada dunia kearah yang lebih baik. Dengan share ide kamu, secara tidak langsung kamu akan membuat orang berfikiran kearah ide kamu, dan bisa saja dia punya ide yang serumpun atau bahkan dia punya realisasi yang lebih bagus dari kamu, sehingga ide kamu tidak hanya usang pada folder folder pencatatan ide kamu. Sebenarnya itu semua adalah pilihan, dimana kamu memilih, bawa ide itu menjadi prioritas kamu dan kembangkan atau sebarkan saja. Karena saya masih percaya dengan “cara mendapatkan ilmu adalah dengan membaginya”. Yap, dengan membaginya, kamu akan berinteraksi dengan banyak orang dan orang tersebut akan juga merespon bagaimana dengan ide kamu, kalau bertepatan orang yang kamu bagi adalah expert, orang tersebut bahkan bisa saja membantumu untuk merealisasikan, kalaupun beginner, kamu bisa berbagi pola pikir ide kamu.

Yap, tetap berbagi untuk mendapatkan pengetahuan, tetap beraksi untuk mendapatkan pengalaman dan tetap terhubung dengan dunia social untuk mendapat pengalaman dan pengetahuan orang lain.

Sekian dari saya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian semua.