Eksperiment – Ganti smartphone dengan tablet wifi only

Diposting pada 2016-04-21 09:23:37

Assalamualaikum

Hai, gimana kabar? Semoga kita selalu diberi kesehatan yak. Kalian yang baca tulisan ini pasti pernah atau ingin atau sedang punya hape, nah kemarin aku habis baca artikel kalau berinteraksi dengan hape terlalu sering itu tidak baik, apalagi dikantongi, akan berdampak pada kesehatan kita untuk jangka panjang. Dan sering ngga sih kita jadi apatis gara gara hape? Atau sering ngga sih curi curi waktu buat ngecek hape sama chat atau yang lain pas saat rapat atau kuliah? Atau sering kehilangan banyak waktu dan kuota gara gara iseng browsing (ngaskus, fban) baca ngga penting dari hape pas di luar? Terganggu dengan chat chat yang masuk tapi iman anda tidak kuat untuk menahan godaan membuka hape? Sedikit sedikit pengen pegang hape buat cek fb, insta, line, path, whatsapp, medium? Perlu sering cas hape? Atau ada permasalahan yang lainnya? Dan masih aja kebal akan semua itu?

Sebenarnya kalau pas “luang” dan memang perlu maka tidak masalah, tapi kalau semua itu menghabiskan hampir banyak sekali waktumu dan produktifitasmu, maka sadari hal itu! Aku akui bahwa semua yang aku tulis diatas adalah pengalamanku waktu punya smartphone, mungkin hape itu lepas cuman pas ke kamar mandi aja. Selain itu kalau ngga di kantong, ditangan atau di radius 1 meter dari tubuhku, kecuali pas lupa bawa, walau jarang.

Nah itu yang membuat aku hijrah dari smartphone ke tablet wifi non simcard dan 1 hape basic phone yang cuman bisa sms sama telpon. Kenapa tablet? Non simcard dan wifi only? Pertama tablet ukuran 7inc akan lebih susah buat dibawa kemana mana, kalaupun terbawa, ngga mengandung sinyal selular yang katanya berbahaya untuk jangka panjang itu, dan kalau perlu dibawa pasti tak bawa ditas. Terus kehidupanku lebih sering di kampus yang penuh akan wifi gratis, sehingga untuk fitur smartphone sebelumnya masih bisa digunakan dan pastinya hanya di jam jam tertentu yang tidak akan mengganggu aku pas ngerjain sesuatu. Lalu untuk membaca ebook atau cek informasi pas dikelas lebih enakan di tablet, daripada harus ngeluarin laptop. Ketiga kalau memang pas perlu koneksi diluar, aku sudah punya mifi dan kalaupun kuota mifi habis, masih ada modem yang kalau dicolok ke laptop bisa buat hotspot. Dan yang paling aku suka adalah suka males kalau makai tablet kalau ngga ada koneksi internet, soalnya ngga bisa buka instagram, line, path ataupun facebook yang dulu suka mengganggu dan menghabiskan waktuku.

Kalau dari observasiku dalam sehari itu data penting yang masuk dihape itu tidak sampai 5 kali, dan informasi itupun untuk sesuatu yang tidak mepet, setidaknya 5-7 jam setelah itu salin itu pesan dari indosat 3 kali sehari dan tawaran i-ring sekali sehari. jadi kalaupun aku offline, dan online pada rentang 4 jam sekali, maka masih dalam tahapan normal untuk merespon. Dan lebih sering masuk pada jam kerja yakni 7-22. Lalu ada data yang memperkuat aku untuk menerapkan eksperiment ini adalah, ketika aku membawa hape dalam kantong, dari 5 jam dikantong, hanya berguna sekitar ½ sampai 1 jam penggunaan, jadi 4 jam yang lainnya sia sia berada dikantong dan mencari cari sinyal selular dengan sangat dekat dari tubuh ini.

Lalu gimana dengan basic phone nya? Sama aku juga ngga makai kalau ngga buat sms sama telpon, jadi hape yang ini selalu ada di tas dan cuman diambil kalau bunyi, mau sms sama mau telpon. Nge cas pun seminggu sekali, enak kan ya? Wkwk

Jadi dari analisa tadi udah berjalan 3 minggu implementasi dan aku masih nyaman dengan segala ini. Sayangi kesehatanmu, dan tetap produktif, siapa sih yang ngga pengen hidup sampai punya anak cucu?  Itu aja sih hasil analisa dan masuk implementasi dari eksperimen kali ini.

Sekian dan wasalamualaikum.